"Jalan saya masih panjang. Saya harus terus menampilkan terbaik. Jika tidak, posisi saya akan digeser pemain lain."
Di klub ataupun timnas, seorang penyerang lebih sering mendapat sorotan. Posisinya yang kerap menjadi penentu kemenangan sebuah tim menjadi salah satu alasan. Hal itu pula yang dialami penyerang Timnas Indonesia U-19. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.
Muchlis adalah salah satu pilar saat menjuarai piala AFF U-19 dan meloloskan tim ke putaran final Piala Asia di Myanmar, Oktober 2014. Prestasi di timnas membuat nama Muchlis melambung. Boleh dibilang sejajar dengan kapten Evan Dimas Darmono atau penjaga gawang Ravi Murdianto.
Di klub ataupun timnas, seorang penyerang lebih sering mendapat sorotan. Posisinya yang kerap menjadi penentu kemenangan sebuah tim menjadi salah satu alasan. Hal itu pula yang dialami penyerang Timnas Indonesia U-19. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh.
Muchlis adalah salah satu pilar saat menjuarai piala AFF U-19 dan meloloskan tim ke putaran final Piala Asia di Myanmar, Oktober 2014. Prestasi di timnas membuat nama Muchlis melambung. Boleh dibilang sejajar dengan kapten Evan Dimas Darmono atau penjaga gawang Ravi Murdianto.
Hal itu tidak
pernah terbayangkan oleh Muchlis. Sejak kecil, ia hanya berusaha menyalurkan
hobi bermain bola. Kelas 6 SD, Muchlis masuk PSBS (Persatuan Sepakbola
Blombingsari Selection).
Blimbingsari merupakan
nama sebuah desa di Kecamatan Sooko, Kabupaten mojokerto, Jawa Timur, tempat
tinggal Muchlis dan orangtuanya. Keluarga Muchlis sangat sederhana. Karena
keuangan terbatas, Muchlis pun tidak bisa membeli sepatu bola “MEWAH”.
Ia hanya
menggunakan sepatu buatan rumahan. Desa Blimbingsari memang dikenal memiliki
banyak pengrajin sepatu. Untuk model mereka mencontoh merek terkenal tetapi
dengan bahan yang berbeda. Harga jualnya
pun jauh lebih murah.
Tentu dengan
kualitas atau daya tahan yang tidak bisa disamakan dengan produk aslinya.
Situasi tersebut sempat membuat Muchlis minder. Namun ia menjalaninya dengan
ikhlas.
“Kadang memang
malu, tetapi mau bagaimana lagi. Saya terus bersemangat, saya memegang prinsip
pantang menyerah. Pokoknya tetap berusaha sebaik mungkin dan jalan menuju
prestasi akan terbuka.”
Semangat itu
seperti membuka kesempatan untuk Muchlis. Setelah memperkuat SSB GenB, SSB
Sinar Mas, di usia 13 tahun ikut dalam rombongan Timnas Indonesia U-13 yang
menjuarai Piala Yamaha di Vietnam. Selepas itu, Muchlis membela Persebaya u-14
dan sempat memperkuat klub Domhil Malang U-15.
Talenta Muchlis
terpantau Pengcab PSSI Malang. Ia direkomendasikan bergabung dengan klub
Banteng Muda U-16. Muchlis kemudian hijrah ke Pasuruan bergabung dengan Persekap
hingga saat ini.
Muchlis bisa menembus timnas berkat kiprahnya di Persekap. Saat beruji coba dengan Timnas Indonesia U-17, 8 Mei 2012, Muchlis dan rekan setimnya Muhammad Fatchu Rochman dianggap spesial oleh pelatih Indra Sjafri. Sejak itu, Muchlis masuk daftar Timnas
"Saya berharap bisa terus di Timnas, kalau bisa sampai senior. Saya ingin membahagiakan orang tua. Kepengin memberangkatkan mereka pergi haji"
Biodata
Nama Lengkap: Muchlis Hadi Ning Syaifullah
Nama Panggilan: Muchlis
Tempat/Tanggal Lahir: Mojokerto, 26 Oktober 1996
Posisi: Penyerang
Ayah: Samsul Hadi
Ibu: Sulifah
Pemain Internasional Favorit: Fernando Torres (Spanyol)
Pemain Nasional Favorit: Cristian Gonzales
Klub Internasional Favorit: Chelsea, Barcelona
Prestasi:
Top skor Liga Pendidikan Jawa Timur, Juara HKJC 2013 di Hongkong bersama Timnas Indonesia U-18, Juara Piala AFF U-19 2013 di Indonesia bersama Timnas Indonesia U-19.
Cita-Cita Pribadi:
Membawa orangtua pergi haji
Cita-Cita di Timnas Indonesia U-19:
Membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia U-10 2015 di Selandia Baru

Tidak ada komentar:
Posting Komentar