
Terlihat kalem, kalu ngomong juga
malu-malu, tapi sosok Maldini bisa jadi ganas banget kalau sudah di atas
lapangan. Posisinya tak pernah jauh dari sisi kiri atau sisi kanan pertahanan
lawan. Singkatnya, dari kedua sisi inilah Maldini selalu datang merusak areal
pertahanan lawan. Pelatih Indra Sjafri memberinya tugas yang terdengar
sederhana, kurang lebih bunyinya “Masuk ke pertahanan lawan di lebar lapangan,
lalu kirimkan umpan.”
Umpannya pun
cukup sederhana “kirimkan bola rendah saja kepada rekan,” sepertinya terdengar
mudah. Tapi, kalau sudah dipraktekkan jelas susah. Sepak bola memang seperti
itu, mainnya sederhana saja kok, mempraktekkannya yang susah. Kalau mengutip dari
legenda Belanda, Johan Cruyff “Sepak bola adalah permainan yang sederhana, tapi
main sepak bola yang sederhana itu susah.” Seperti itulah kira-kira
membayangkan tugas abg kelahiran Pangkalanbun, Kalimantan Tengah 27 Januari
1995 ini.
Kariernya juga
sederhana-sederhana saja. Dimulai dari main sepak bola di kota Mamuju, Sulawesi
Barat, dimana ia dan keluarga tinggal di usia yang masih terbilang anak-anak. Maldini
memberanikan diri datang ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk ikut seleksi piala
Menpora bersama PSM Makassar U-15, sebuah klub terbesar di pulau Sulawesi. “Waktu
itu tahun 2009, umur saya masih 14 tahun,” ujar Maldini tentang perjalanan
sepak bola pertamnya saat itu.
Jangan mengira
Maldini langsung berhasil. Sama seperti banyak kisah orang-orang sukses,
misalnya Abraham Lincoln yang sempat gagal jadi pengusaha dan politisi. Sosok sederhana
yang lebih memilih berdiam diri di kamar, daripada keluyuran di malam masa
istirahat latihan tim ini juga sempat gagal di upaya pertamanya 2009 itu.
Tapi Maldini
kembali bersaing di level usia yang sama untuk menjadi bagian dari tim junior
Juku Eja tersebut. Kali ini ia berhasil dan kemudian berkiprah di Piala
Menpora. Aksi atraktifnya diatas lapangan membuatnya direkrut oleh Indonesia
Football academy (IFA) yang kemudian membawa penggemar Barcelona dan Persib Bandung
ini berangkat ke klub Leicester City di kota Leicester, Inggris. Tentu ini
adalah bangian dari seleksi dirinya untuk menjadi bagian dari tim junior di
negerinya James Bond itu.
Gagal di
Leicester City, Maldini sama sekali tak berkecil hati, apalagi tim elit
Indonesia, Pelita Jaya kemudian merekrutnya dan lalu mengirimkannya bersama
belasan talenta muda lainnya ke kota Montevideo, Uruguay, bergabung dengan tim
Deportivo SAD, sebuah tim usia muda Indonesia yang berkompetisi di negeri juara
dunia dua kali itu.
Berkompetisi di negerinya Luis Suarez
benar-benar mematangkan kemampuan dan mental pemuda yang bercita-cita bisa
bermain di Barcelona ini. Baginya, disiplin adalah kata kunci untuk jadi
sukses. Tak Cuma jam tidur yang cukup (sekitar jam 23.00-05.30 pagi) ia juga
mengatur pola makannya dengan baik agar bisa terus mencapai bentuk dan stamina
ideal seorang pesepak bola.
Cowok kalem yang
juga suka musik-musik kalem seperti Andrew Allen ini mengaku tidak terlalu suka
K-Pop, tapi siapa sangka saat ditanya soal Lee Min Ho, dia malah nyerocos nggah
berhenti-berhenti. Cita-cita jangka
pendeknya, sih sederhan saja. Ingin fokus membawa Indonesia ke Piala Dunia U-20
di Selandia Baru 2015 nanti “Target saya yang terbaik tahun depan di (AFC Cup
U-19) Myanmar, agar bisa bawa Indonesia ke Piala Dunia,” tegas pengagum Franck
Ribery dan Lionel Messi ini.
Untuk pemain
lokal, Maldini memilih Boaz Salossa. Alasannya “Boaz Salossa tuh dribble dan
eksekusinya bagus, juga Firman Utina yang bener-bener jago ngebagi bola.”
Saat ditanya
apakah pernah bertemu dengan pemain bolanya, Maldini langsung menjawab “Pernah
ketemu bang Boaz, tapi malu buat negur.”
Jadi, walaupun
sudah berstatus bintang, Maldini masih malu-malu saat ketemu idolanya. Coba bayangkan
bagaimana sikap Maldini bila bertemu dengan Lionel Messi atau Franck Ribery,
ya?
Biodata
Nama
lengkap: Maldini Pali
Nama
panggilan: Maldini
Tempat,
tanggal lahir: Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, 25 Januari 1995
Posisi: Penyerang
sayap
Ayah: Paulus
Pangloli Pali
Ibu: Ester
Tambing
Pemain
internaisonal favorit: Frank Ribery (Perancis), Lionel Messi (Argentina)
Pemain
nasional favorit: Boaz Salossa
Klub
internasional favorit: Barcelona (Spanyol)